Thursday, September 10, 2009

Siem Reap and Phnom Penh, Cambodia



April 2009
Perjalanan melewati perbatasan Thailand-Cambodia via darat lumayan menantang. Haha...ga jauh beda dengan Republik ini, Visa on arrival. Dan gak jauh2 juga budayanya yang ngurusnya seharusnya gampang jadi ribet. Temanku lebih banyak pengalaman jadi aku percayain aja ke dia. Di depan kantor pengurusan visa, ada beberapa staff yang baik hati bantuin nulis formulir, just be carefull, setelah itu pasti ada 'salam2nya' dong. Untuk ngurus visa yang normalnya dgn passport Indonesia di sini US $ 20, tapi kalo kita orangnya 'ngge2' ajah, bisa diminta lebih. Untuk itu perlu baca prosedur pengurusan visa suatu negara sebelum memasukinya hingga kita gak kena 'charge bantuan' yg gak kita perlukan juga. Deg-degan juga waktu menyebrang perbatasan negara dengan berjalan kaki, huahahah..... (terlalu dihayati). Jangan senang dulu, melewati perbatasan bukan berarti penderitaan berakhir, karna masih ada perjalanan jauh menuju Seam Reap, kota yang terkenal dengan Angkor Wat (yah memang ini tujuan orang ke Siem Reap bu!). Kirain Borobudur candi paling gede sedunia (kebetulan sudah dikeluarkan dari daftar Tujuh Keajaiban Dunia yang padahal masih ajaib menurutku) ternyata ya itu Komplek Angkor dengan puluhan candi dengan Candi terbesar/luas adalah Angkor Wat. Untuk masuk Komplek Angkor harus beli tiket dulu seperti pada gambar. Keren juga penjualan tiketnya seperti di counter imigrasi bandara. Setiap counter ada kamera kecil yang mengambil gambar wajah kita, trus tiket diprint dan muncullah foto kita pada tiket (jadi gak bisa dipinjemin sama siapapun hehehe). Dah gitu tiket ini ada paketan juga, ada yang sehari, 2 hari ato 3 hari (sekarang bisa dong bayangin betapa luasnya Angkor ini...wuihhh....dan bukan berarti bisa nginap di Angkor loh, cari dah gak bakalan nemu penginapan di sini. Tapi artinya bisa bolak-balik ke komplek Angkor selama sesuai dengan paket hariannya). Kami beli yang 2 hari, kalo gak salah yang sehari harganya US $20, 2 hari US $40 dan 3 hari US$50, jadilah kami beli yang 2 hari. Tapi dengan menjalani sehari gak langsung puas sih, tapi teriknya bo, puanas banget waktu itu. Rasanya gak sanggup lagi lanjutin besoknya, tapi walaupun cuma sehari, pengalamannya luar biasa, trus baru tau juga film Thomb Rider shootingnya di sini jadi banyak yang jualan DVDnya dan guest house tempat kami nginap muter film ini tiap jam 9 malam, Halah!!! Baiklah, negara ini tanahnya kebanyakan datar, waktu itu lagi gersang, tapi banyak pohon kelapanya. Masalahku banyak bgt, lupa nama tempat, kapan dan gitu dah jadi gak seru ceritanya. Males liat buku ato kamus ato lainnya lah. tapi aku janji nanti aku lengkapi dengan nama2 port perbatasan, nama candi2 dan tempat2 menarik, happy?? :)


No comments:

Post a Comment