Sunday, September 20, 2009

Phnom Penh, Cambodia

April 2009


Dari Siem Reap kami naik bus angkutan umum ke Phnom Penh sperti biasa, di tempat tujuan kami diturunkan di sebuah rumah makan pinggir jalan dan banyak ruko-ruko 3-4 tingkat di sepanjang jalan, jadi ingat sambu di Medan hehe... Pas pengambilan tas dari bagasi, para kuli langsung menyerbu menawarkan jasa mengangkut tas, tapi kayaknya kuli gak butuh kuli deh, hahahah....!! Jadilah kami menggendong backpack kami masing2 mencari guest house setelah sempat makan siang di restoran sumthing aku lupa namanya, yang pasti i like the food dan unfortunately mahal (hahah...backpackers dodol..!!!) dan ketemulah guest house ini yang lagi2 aku lupa namanya, tapi ada hotel PUNCAK di sebelahnya. Setelah lihat kamar, setuju, bayar, tunjukin passport dan melepas lelah terlentang di ranjang mulai berpikir, dekat pintu kamar ada meja billyard. Aaarrgghh...!!!! Ini kamar plus-plus!!! Mampus deh, kok gak ngeh sih dari tadi?? Kecapekan kali ya, jadi gak peduli dengan lingkungan, yang penting bersih. Baeklah, marilah kita susah tidur malamnya karna pasti dong ada yang main billyard sampe pagi, hadooo...!!
Di kota ini ada museum yang namanya Tuol Sleng, gedung penyiksaan dan pembantaian Pol Pot pada tahun 70an dengan ribuan korban. Sebelum menjadi gedung penyiksaan, gedung ini awalnya adalah gedung sekolah SMP. Ranjang penyiksaan bisa dilihat di setiap kelas yang ada, bahkan foto-foto mayat dan kuburan massal bisa dilihat di dalam gedung ini. Ini adalah pengalaman yang mengerikan buatku, berada digedung yang pernah menjadi lokasi pembunuhan ribuan orang gak kenal profesi, pria/wanita, anak2 maupun dewasa mereka bantai!! Keluar dari situ langsung ga selera makan :(
Malamnya kami pergi ke 'jalan jaksanya jakarta' di Phnom Penh dekat danau. Daerahnya kumuh, banyak kos-kosan atau penginapan kecil, warnet maupun laundry. Ada juga beberapa cafe disana yang nyaman buat nongkrong pas di pinggir danau, kalau mau nongkrong di atas perahu juga boleh.


No comments:

Post a Comment