Sunday, September 13, 2009

Trip to Laos

Ocober 2007
Waktu itu memasuki negara ini juga via darat dari Thailand, dan pengalamannya juga lumayan menarik. Bagiku Laos seperti ubud-Bali, karena lebih tenang dan gak begitu banyak kendaraan. Soal kuil juga gak kalah banyak hanya saja bentuknya aja yang beda (ya pastilah, kuil hindu dgn budha kan beda!), trus bisa ketemu biksu dimana2 di sini. Tapi untuk bentuk, pantai dan clubbing pastinya Bali dong juaranya (hm, jadi kangen sama Bali). Mulanya perjalanan dimulai dari ibu kota Laos, Viantiane, dari situ sempat makan pisang bakar rekomendasi teman. Pisangnya benar2 dibakar, sepertinya jenis pisang raja dan dibakar diatas arang makanan pinggir jalan yang punya keunikan tertentu. harganya waktu itu 500Kip per buahnya (ingat, waktu itu kursnya gak jauh beda dari rupiah). Dari Viantiane hari itu juga langsung berangkat ke Viang Vieng sebuah kota kecil lebih kurang 4 jam naik mobil dari Viantiane. Ada pengalaman menarik waktu itu, seorang cowo bule duduk di depan kami (lumayan cakep loh,yah cuma bisa ngelus2 dada hehehe), trus terakhir seorang cewek Thailand naik dan duduk disebelahnya. Mereka mulai kenalan (si bule bisa ngomong Thai bo!) 2jam berlalu dalam perjalanan, mereka mulau merapat (huahahaha.....dasar tukang gosip!) Dan gitu dah sepertinya mereka jadian, semua bisa kulihat dari belakan tempat duduk mereka hihihi...!! Gak tau percintaan singkat itu happy ending apa nggak, yang pasti selama kami di Laos, ktemu mulu sama mereka sebagai pasangan yang mesra. Dari Viantiane bareng satu mobil, tiba di Vang Vieng masih ketemu beberapa kali lagi, trus sampe Luang Prabang (lebih kurang 8-10 jam dari Vang Vieng) masih ketemu juga kayak pasangan honeymoon, iiihhh..jadi sirik deh heheheh... Teman saya juga keliatan sirik tuh, soalnya cewe Thai itu lumayan hot juga wkwkwkw.....keep dreaming yah!!
Baeklah, cerita Vang Vieng seperti Sembahenya Sumatra Utara, kota yang sangat kecil tapi ada banyak backpakersnya juga (gila, tau dari mana sih ada tempat kayak gini?), biasanya tujuan orang di sini untuk hiking atau bicycling bahkan rafting. Bedanya dengan Sembahe, sungai di sini lebih jernih seperti Bukit Lawang. Trus sorenya para backpackers biasanya nyantai di kafe-kafe yang nyediain lesehan dengan bantal sambil nonton tv (minuman khasnya Beer Lao), aku masih ingat waktu itu aku tertidur di kafe, nyenyak bgt. Jam 9pm, sikawan bangunin ngajak pulang. Dari kafe ke guest house kami yang dekat sungai jaraknya lebih kurang 10 menit jalan kaki, tapi seremnya gak ada lampu jalan dan sudah sangat sepi jam segitu, hiiii.....!!!
To do List di Luang Prabang :
Mandi di Kwang Xi waterfall, makan barbeque, visit kuil-kuil, nongkrong di cafe, d
an beli oleh2 di pasar malam yang kebanyakan kain dengan banyak warna. Paling enak bertransaksi di negara ini karna nilai kurs Kip hampir sama dengan kurs Rupiah saat itu.

1 comment: